3.1 Alasan Pemilihan
Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian
juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya
berbeda-beda, sehingga perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang
berdaya guna dan berhasil guna. Tahap perkembangan mental seseorang dapat
digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian, tahap penumbuhan minat, tahap
menilai, tahap mencoba dan tahap menerapkan.
3.2 Tujuan
Pemilihan
Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian dengan pemilihan metode
yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya.
3.3
Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan
Pertimbangan yang digunakan dapat digolongkan menjadi empat yaitu
sasaran, sumberdaya, keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
3.3.1
Sasaran
Yang harus diperhatikan penyuluh dari segi sasaran antara lain:
a.
Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sasaran
Tahap penerapan dari petani di suatu daerah
bermacam-macam, demikian juga kecepatan, keterampilan dan sikap yang telah
mereka miliki. Penyuluh harus mengetahui dalam tahap mana sebagian besar dari
sasaran itu berada. Setelah itu harus menghubungkannya dengan tujuan yang akan
dicapai. Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat.
- Sosial budaya
Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku
dan status kepemimpinan yang ada. Hal ini penting bukan saja dalam pemilihan
metode penyuluhan tetapi juga dalam menentukan teknik-teknik penyuluhannya.
Contoh: ada suatu daerah yang melarang melakukan pemutaran film pada malam Jumat.
- Banyaknya sasaran yang hendak dicapai oleh seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu akan menentukan metode penyuluhan pertanian yang akan dicapai.
3.3.2 Sumberdaya
Penyuluhan
Yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini antara lain:
- Kemampuan penyuluh
Pengalaman dan kemampuan penyuluh yang meliputi penguasaan ilmu dan
keterampilan serta sikap yang dimilikinya perlu dipertimbangkan.
- Materi penyuluhan
Dalam menerapkan suatu metode penyuluhan perlu diperhatikan materi yang
akan disampaikan. Untuk yang bersifat teknis biasanya dipilih metode yang
memungkinkan adanya praktek di lapangan dan untuk materi yang bersifat non
teknis, misalnya agar petani mau berkelompok dan mau memasarkan hasil usahanya,
biasanya dipilih metode diskusi kelompok.
- Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran yang dipunyai, fasilitas yang
ada serta biaya yang tersedia akan menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan.
Contoh :
1)
Seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar
untuk dicapai, maka daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui
pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil
yang efektif.
2)
Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode
diskusi kelompok daripada kursus tani, yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan
biaya yang relatif besar.
3.3.3
Keadaan Daerah
Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan
kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan, antara lain:
a.
Musim
Pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya, ada yang panas
sekali, ada yang tidak terlalu panas, ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa,
sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih
menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani.
Apabila
pada suatu keadaan tertentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya
suatu proses produksi maka tentu tidak akan diadakan penyuluhan di tempat usaha
tani seperti demonstrasi, sehingga dalam hal ini akan lebih memungkinkan untuk
diadakan pertemuan di rumah petani.
b.
Keaadaan Usaha Tani
Musim sangat erat
hubungannya dengan kedaan usaha tani, maka keadaan usaha tani suatu daerah turut
mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. Misalnya untuk mengintensifkan ternak
unggas disuatu daerah maka dipilih metode demonstrasi, sedangkan untuk tujuan
introduksi diterapkan metode karya wisata ke tempat lain.
c.
Keadaan Lapangan
Keadaan lapangan seperti topografi,
jenis tanah, sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Contoh:
untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan
lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya.
3.3.4 Kebijaksanaan Pemerintah
Kebijaksanaan pemerintah yang berasal dari pusat atau daerah
kadang-kadang menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan. Pendekatan
intensifikasi secara massal dan crash program memerlukan waktu yanmg
relatif cepat daripada pendekatan perorangan yang pada dasarnya akan membutuhkan
waktu relatif lebih lama.
3.4 Langkah-Langkah
Pemilihan
3.4.1
Menghimpun dan Menganalisa data
a.
Sasaran
1)
Golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah masing-masing
golongan dan keseluruhan.
2)
Adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan.
3)
Bentuk-bentuk usaha tani sasaran.
4)
Kesediaan mereka sebagai demonstrator dan jumlah petani maju.
b.
Penyuluh dan kelengkapannya
1)
Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan keterampilan
penyuluh.
2)
Materi penyuluhan/pesan.
3)
Sarana dan prasarana penyuluhan.
4)
Biaya yang ada.
c.
Keadaan daerah dan kebijaksanaan pemerintah
1)
Musim/iklim.
2)
Keadaan lapangan (topografi), jenis tanah, sistem pengairan dan
pertanaman
3)
Perhubungan jalan, listrik dan telepon
4)
Kebijaksanaan pemerintah pusat, daerah dan setempat
Kegiatan selanjutnya adalah
menetapkan sasaran dengan menganalisa dari sebagaian besar data dasar tersebut.
Apabila tahap penerapan sasaran sudah disiapkan dalam rangka penyusunan programa
maka langkah berikutnya adalah mencoba menetapkan alternatif metode penyuluhan.
3.4.2
Menetapkan Alternatif Metode Penyuluhan Pertanian
Pemilihan metode penyuluhan pertanian secara umum adalah sebagai berikut:
a.
Metode–metode dengan pendekatan massal dipergunakan untuk menarik
perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta memberikan informasi
selanjutnya.
b.
Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk
dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Metode
tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ke
tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.
c.
Metode-metode dengan pendekatan perorangan, biasanya sangat berguna dalam
tahap mencoba hingga menerapkan, karena adanya hubungan tatap muka antara
penyuluh dan sasaran yang lebih akrab. Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh,
bahwa metode pendekatan perorangan itu dilakukan apabila sasaran sudah hampir
sampai ke tahap mencoba dan bersedia mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan
untuk memantapkan keputusannya.
d.
Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa
kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah
perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Dalam taraf permulaan ini
metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. Apabila kemampuannya
dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki, maka metode penyuluhan
yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan
kelompok atau massal.
3.4.3
Menetapkan Metode Penyuluhan Pertanian
Setelah penyuluh pertanian menetapkan alternatif metode penyuluhan,
barulah ia pikirkan dengan matang-matang apakah metode-metode itu dapat
dilaksanakan dan cocok dengan lapangan dan sasaran
Bagi penyuluh pertanian yang sudah lama atau sudah berpengalaman di
daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah baginya dan langsung dapat memilih
metode yang cocok. Dalam melaksanakan demonstrasi misalnya ia harus menentukan
lokasi demonstrasi dan siapa diantara sasaran yang bersedia menjadi
demonstratornya.
Dalam mencapai suatu tujuan perlu dilaksanakan pemecahannya dengan
kombinasi metode tertentu. Pertimbangan-pertimbangan tentang musim, keadaan
usaha tani, permasalahan di lapangan, fasilitas, sasaran penyuluhan yang telah
dikemukakan terdahulu, sangat diperlukan dalam menetapkan kombinasi metode
penyuluhan pertanian. Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan pemilihan
satu atau lebih metode penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode penyuluhan
yang tepilih, maka pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
a.
Pengulangan
Misalnya kursus tani I diulangi
dengan kursus tani II dan seterusnya dengan materi berlanjut.
b.
Urutan
Misalnya kursus tani diikuti
karyawisata, perlombaan dan lain-lain.
c.
Kombinasi
Misalnya pada waktu demonstrasi
usahatani sekaligus dilaksanakan lomba antar peserta, dan publikasi hasil.



0 komentar:
Posting Komentar